Postingan

Mitos Kehebatan Orang Lapangan

"Saya ini orang lapangan, bertahun-tahun di proyek. Kalian apa cuma tahu di bangku kuliah aja". Kira-kira percakapan itu sering saya dengar ketika di masa kuliah. Orang lapangan diindentikkan sebagai orang yang paham keadaan real sedang orang kantoran, akademisi, dianggap orang sombong yang sok tahu.Saya akui benar, orang lapangan mampu memberikan keadaan realita dengan gamblang dan rinci. Kita tahu bahwa kondisi di lapangan sering kali rumit dan tak bisa digeneralkan.Orang lapangan adalah mitra dalam pembuat kebijakan. Mengatakan bahwa orang lapangan paling handal tidak adil juga. Tapi menganggap remeh orang lapangan juga tidak tepat.Hal yang pasti bahwa pengambil kebijakan umum dan orang lapangan adalah saling melengkapi. Tapi kenyataannya, orang lapangan jarang mencapai puncak kepemimpinan. Hal ini saya dapati bagaimana para widyaiswara di Balai Diklat Bela Negara adalah orang orang punya pengalaman lapangan panjang bahkan keliling Indonesia tapi mentok di Mayor atau Letk…

Pentingnya WC Kedap Suara

Buang angin atawa kentut seringkali dianggap sesuatu yang tabu. Padahal zahirnya itu adalah fitrah yang dimiliki semua orang baik seorang gembel maupun orang yang terkenal sekalipun.Bagi orang yang sedang kurang fit, kurang tidur, lama dalam perjalanan, memiliki masalah lambung, berada di ruang yang berangin, maka hasrat untuk mau buang angin itu biasa. Tapi sayangnya hasrat ini seringkali tidak diakomodir.Pada kenyataannya ruang untuk kita bisa buang angin tanpa terdengar orang sebenarnya sesuatu yang penting. Ketimbang dia kentut diam-diam.WC/Tandas/Toilet/Kamar Kecil saat ini seperti yang kita liat justru kadang membuat geli, karena sangking terbukanya, maaf- suara kita di dalamnya baik ketika emas 29 karat jatuh pun terdengar oleh orang lain. Saya sangat berharap desain Toilet ke depan harus kedap suara.

Kebijakan Keras Sesekali Bolehlah

Apakah perbedaan kemajuan di Barat dan di Asia?Akan Anda dapati bahwa di Eropa kemajuan didapat ketika rakyat diberi kebebasan sedangkan di Asia jika dipimpin oleh diktator tercerahkan. Sebenarnya diktator tercerahkan tak cuma di Asia tapi ada di kebudayaan barat.Di Asia, bapak kemajuan hampir seluruhnya adalah diktator. Sebut saja, Lee Kuan Yew, Mahatir Mohd., Park Chung Hee, Deng Xiaoping, Syeikh Rasyid Al Maktoum dan lainnya.Saya tetap berpendapat masyarakat kita kadang perlu dipaksa kalau kita faham untuk kebaikannya. Tapi dengan syarat niat kita baik.Ingat tak ketika dulu Lee Kuan Yew memaksa warga untuk tinggal di rumah susun? Tentu banyak yang protes, tapi Lee memaksa dan berhasil.Contoh yang saya liat sebagai insinyur yang ditempatkan di daerah bencana Lombok. Saya tetap berpendapat bahwa warga hanya boleh diberi satu pilihan, iaitu memilih bangunan ramah gempa Risha. Jangan beri pilihan terlalu banyak, pasti banyak tingkahnya.Kejam tapi demi kebaikan tak apa apa. Ketegasan di…

Pencari Tuhan

Teman yang dekat dengan saya sering mengidentifikasikan saya seorang relijius.Sebenarnya saya bukanlah seorang relijius. Saya sebenarnya adalah pencari Tuhan, berusaha mendekat pada Tuhan.Meskipun saya taat ibadah, sebenarnya masih bertanya-tanya apakah saya beribadah pada Tuhan apa setan?Kenapa saya katakan saya beribadah ke setan, karena saya punya beberapa pengalaman tentang itu.Pernah ingat kasus tentang salah seorang seleb murtad setelah tahajud? Setelah saya telusuri kasus seperti ini bukan sekali terjadi.Kemudian saya dapati orang-orang yang menggunakan amal ibadah untuk kepentingan duniawi. Orang seperti kita lihat taat ibadah, rajin sedekah tapi niatnya lain.Naudzubillah.Lalu saya pernah merasakan apa yang disebut dengan dzikir overdosis. Dzikir yang alih-alih meraih kedekatan ke Allah justru hasilnya bisikan untuk melakukan maksiat.Jadi sampai sekarang pun saya bertanya apa ibadah saya benar apa tidak.Saya pernah bertahun-tahun tak shalat, meragukan adanya Tuhan.Dari beberap…

Mencari Istri Pembawa Keberuntungan

Saya teramat suka membaca biografi orang sukses. Namun orang sukses itu teramat macam ragamnya.Tapi saya tertarik dengan orang sukses tapi juga keluarganya juga tenteram. Lagi-lagi favorit saya adalah Dr. Tun Mahathir. Ini perkara yang sangat jarang kita temui. Maka saya belajar dari orang ini.Pertama adalah cari istri yang punya minat dan visi yang sama dengan kita. Kalau kita birokrat PU maka carilah juga orang yang berlatar belakang sama atau minimal punya visi besar.Carilah yang sekufu. Tapi arti sekufu intelektual atau sekufu harta. Selanjutnya adalah istri harus mengalah dengan keluar dari pekerjaan selama ini. Istri haruslah orang yang setia dan supportive. Kalau istri nakal bukan hanya kacau keluarga, tapi anak diragukan "kesalehannya". Insya Allah selama istri terus mendoakan kita, yang berarti menambah power kita dan kesuksesan lebih mudah kita raih.Saya melihat ada dua paradoks orang teramat sukses, yang satu punya istri yang punya kesetiaan luar biasa. Seperti Ib…

Birokrat Ketika di Alam Kubur

Selama belajar menjadi PNS, sayalah tiba-tiba punya khayalan yang aneh.Saya memikirkan bagaimana seorang birokrat sejati ketika di alam kubur."Ma Rabbuka?" So Tuhan gata? Pastilah jawabnya "Allahu rabbi"Tapi ketika ditanya"Ma imamuka?" Jawabanya "UU no. sekian tahun sekian tentang bla bla bla, PermenPUPR no. sekian tahun sekian tentang blablabla, SNI no.sekian tahun sekian tentang blablabla"Indonesia memang negara hukum, tapi ketaatan pada aturan membuat kita terperangkap dalam tempurung kura-kura.Misal, seorang insinyur kalau diajarkan hanya mematuhi dan memedomani aturan apakah itu PERMEN atau SNI, lalu untuk apakah kita kuliah lama-lama?Di dalam kuliah kita diajarkan kritis, menganalisis sesuatu sama dengan kita tak menerima mentah-mentah data yang ada. Tapi aturan-aturan kadang menghambat pemikiran insinyur-insinyur ini.Pertama kali saya sadar kelemahan aturan ini adalah ketika melakukan assessment Kanwil BRI Aceh yang gagal daya layan akiba…

Blog Saya Mengerikan?

Adalah teman saya, sebut saja namanya Pisang, berkata bahwa blog saya mengerikan.Ya, kalau tidak tau memang mengerikan.Awal mula saya tertarik dengan hal yang mengerikan itu karena banyak peristiwa yang mengguncang saya.Pertama adalah kematian teman seangkatan saya (semua Allah mengampuni dosanya). Usianya saat itu sangat muda, sekitar 26 tahun. Dia lagi keras-kerasnya bekerja membangun sebuah usaha kontraktor. Apa daya Allah mengambilnya.Saya penasaran, kenapa hal ini bisa terjadi? Tak lama sebelumnya, istri bos saya (di sebuah perusahaan konsultan) meninggal dunia juga. Sekitar setahun kemudian saudara jauh saya berkahwin dengan seorang kontraktor duda. Di dekat kampung pun ada seorang pemborong yang akhir hidupnya tak elok saya sebutkan.Saya merasa uang jasa konstruksi itu ada yang tidak beres.Kemudian ada contoh lain, ada seorang kepala daerah yang dianggap sebagai bapak pembangunan. Karirnya meroket tajam. Namun, sebenarnya dibalik itu dia adalah kepala daerah korup. Setelah beli…